
Pintu RTLH Dikeringkan Sebelum Dipasang oleh Satgas TMMD
Dalam persiapan untuk dipasang ke kusen, pintu yang berasal dari proyek Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada titik 1 program TMMD ke-128 yang dikelola oleh Kodim 0405/Lahat dikeringkan terlebih dahulu. Kegiatan ini melibatkan anggota Satgas dan warga sekitar Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, pada hari Senin (18/5/2026).
Pengeringan pintu menjadi langkah krusial untuk memastikan kualitas dari hasil pembangunan rumah tersebut. Saat ini, proyek RTLH di titik 1 telah berlanjut ke tahap penting, yaitu pemasangan berbagai komponen bangunan termasuk pintu utama.
Demi mencapai hasil yang maksimal, personel Satgas bersama warga memilih untuk menjemur pintu di area kerja guna menurunkan kadar air pada kayu. Langkah ini diharapkan mampu mencegah kemungkinan pintu melengkung, menyusut, atau menempel saat penginstalan ke kusen, sehingga hasil akhir lebih rapi dan awet.
David Jihandika Henry Wijayanto, selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat, menyatakan bahwa keberhasilan program TMMD harus dinilai tidak hanya dari aspek kecepatan, tetapi juga dari kualitas bangunan yang dihasilkan.
Dia menegaskan pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan pekerjaan dan mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk bersama-sama memastikan bahwa hasil dari rehabilitasi benar-benar memenuhi syarat sebagai tempat tinggal yang layak dan kuat untuk dihuni oleh warga dalam waktu yang lama.
Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Tampang, Taufiqurrahman, memberikan apresiasi atas ketelitian yang ditunjukkan oleh Satgas yang telah melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Dia menyatakan rasa terima kasih kepada TNI dan Satgas TMMD yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan perhatian pada aspek kualitas, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya setiap tahapan dilakukan dengan benar.
Kegiatan rehabilitasi RTLH menjadi salah satu fokus utama dalam program TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat di Desa Lubuk Tampang. Selain merehabilitasi rumah, Satgas juga terlibat dalam pembangunan MCK, sumur bor, perbaikan infrastruktur jalan, serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan terhadap masyarakat.
Kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia dan masyarakat lokal tetap menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan tanpa mengesampingkan kualitas pekerjaan di lapangan.
Tinggalkan Balasan