
Menggali Makna Kebersamaan dalam Program TMMD di Desa Slempit
Gresik – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-128 dilaksanakan oleh Kodim 0817/Gresik di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tidak hanya berfokus pada aspek pembangunan fisik. Di balik setiap aktivitas TMMD, terdapat jalinan keakraban yang kuat antara personel Satgas dan masyarakat lokal. Pada Selasa (12/5/2026), hal ini semakin jelas terlihat.
Contohnya, Pratu Rusdi, seorang anggota Satgas TMMD, meluangkan waktu untuk belajar sambil membantu Bapak Karaidi, seorang pengrajin ukir kayu yang merupakan warga Desa Slempit. Suasana di rumah Bapak Karaidi yang sederhana, dipenuhi dengan aroma kayu dan kerinduan alat ukir, memunculkan rasa antusiasme Pratu Rusdi dalam menyaksikan proses pembuatan ukirannya yang dikerjakan dengan penuh detail.
Bapak Karaidi dengan sabar mengajarkan Pratu Rusdi tentang teknik memegang alat ukir, menciptakan pola, hingga menghasilkan ukiran yang indah. Di tengah pengajaran itu, tawa bercampur kasih sayang mewarnai suasana saat Pratu Rusdi berusaha untuk menirukan teknik yang diajarkan. Meski ini merupakan pengalaman pertamanya di dunia ukir, antusiasme Pratu Rusdi tak kalah dengan mereka yang berpengalaman.
Pratu Rusdi mengungkapkan betapa bahagianya ia mendapatkan pelajaran baru selama bertugas di TMMD. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki keterampilan dan kisah hidup yang bernilai bagi dirinya sebagai prajurit. “Di sini, saya tidak hanya membangun desa, tetapi juga belajar banyak dari masyarakat. Pak Karaidi mengajarkan saya bahwa kesabaran dan ketekunan adalah esensi dari setiap kerja,” tuturnya.
Di samping itu, Bapak Karaidi mengaku bangga karena karya ukirnya menarik minat anggota TNI. Ia merasa senang bisa membagikan ilmu serta pengalaman kepada para prajurit yang menjalankan tugas di desanya.
Kegiatan sederhana ini mencerminkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD. Selain berkontribusi pada pembangunan infrastruktur, kehadiran Satgas TMMD juga membawa keakraban, kebersamaan, dan ruang untuk saling belajar serta menghargai nilai-nilai kehidupan warga desa.
Tinggalkan Balasan