
Mempersiapkan Generasi Emas, Satgas TMMD Kodim Cilegon Selenggarakan Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan
Cilegon – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon menyelenggarakan kuliah umum mengenai Wawasan Kebangsaan di Auditorium Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) pada Senin (18/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda agar dapat menghadapi berbagai tantangan di tingkat global. Dengan fokus kepada mahasiswa, program non-fisik TMMD ini bertujuan untuk membekali mereka sebagai agen perubahan dengan pengetahuan yang memadai dan ketahanan ideologi yang kuat.
Dalam acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Untirta, Prof. Dr. Ir. Jayanudin, S.T., M.Eng., yang didampingi oleh Wakil Dekan Dr. Bobby dan tim akademika, penekanan mengenai pentingnya wawasan kebangsaan disampaikan. Dalam sambutannya, Prof. Jayanudin mengungkapkan bahwa pengembangan wawasan ini sangat penting bagi mahasiswa teknik agar mereka mampu memberikan kontribusi setelah lulus. Dandim 0623/Cilegon yang juga merupakan Dansatgas TMMD 128, Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P., menjadi narasumber utama dan membahas tema “Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045”. Ia mengingatkan para mahasiswa akan pentingnya menghargai sejarah dan berperan aktif dalam mengatasi penyebaran informasi yang salah.
Dansatgas juga memfokuskan perhatian pada pentingnya mahasiswa untuk memiliki identitas yang baik dan menjunjung tinggi etika dan adab dalam lingkungan kampus. Menurutnya, tolak ukur generasi emas dapat dilihat dari kualitas hubungan antara dosen dan mahasiswa, yang seharusnya terjalin dengan harmonis, bukan hanya berdasar pada aspek benar atau salah. Acara ini berlangsung interaktif dengan diskusi yang melibatkan pertanyaan dari peserta, termasuk satu pertanyaan dari mahasiswa bernama Muhammad Ilham, yang ingin tahu kompetensi apa yang diperlukan untuk bersaing di tingkat global. Dansatgas menjawab dengan mendorong mahasiswa untuk mendalami ilmu dan menjaga sinergi dengan kebijakan Litbang pemerintah, sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan pada produk asing.
Isu mengenai ancaman infiltrasi ideologi dari luar serta relevansi wajib militer dalam konteks saat ini juga menjadi fokus diskusi yang diangkat oleh Prof. Agus, Ketua Jurusan Teknik Metalurgi. Sebagai jawaban, Dansatgas menjelaskan tentang komitmen TNI dalam melakukan pembinaan wawasan kebangsaan melalui berbagai program guna menjaga kedaulatan yang berakar pada masyarakat. Sebagai penutup diskusi, Zilda, perwakilan mahasiswi Teknik Kimia, menyampaikan apresiasi terhadap materi kewarganegaraan yang sangat aplikatif dan berharap kerjasama untuk diskusi akademis yang lebih lanjut. Dengan kolaborasi ini, Satgas TMMD 128 dan Untirta sependapat bahwa generasi muda di masa depan harus memiliki kombinasi antara kemampuan intelektual dan karakter yang kuat.
Tinggalkan Balasan