
Kepulangan Satgas TMMD 129 Warnai Desa Tlemang dengan Emosi Mendalam
DESA TLEMANG – Suasana haru membiru menyelimuti pelataran Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Pemandangan menyentuh hati terlihat jelas saat puluhan anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan bersiap memasukkan perlengkapan ke dalam truk angkutan personel untuk kembali ke markas satuan masing-masing pasca-berakhirnya seluruh rangkaian program TMMD.
Ratusan warga Desa Tlemang, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua, berbondong-bondong memadati lokasi pelepasan untuk memberikan penghormatan dan salam perpisahan terakhir. Selama hampir satu bulan penuh, para prajurit TNI tersebut tidak hanya bekerja membangun infrastruktur, tetapi juga tinggal dan menyatu di rumah-rumah warga setempat.
Isak tangis tak terbendung pecah ketika beberapa ibu angkat memeluk erat para prajurit yang selama ini dianggap seperti anak kandung sendiri. Pelukan hangat, genggaman tangan yang erat, serta lambaian tangan mengiringi setiap langkah prajurit yang berjalan menuju kendaraan dinas.
Beberapa warga bahkan terlihat mengusap air mata sambil membawa bingkisan sederhana berupa olahan makanan lokal dan hasil kebun sebagai bekal serta kenang-kenangan bagi para prajurit yang akan berpisah.Pratu Ahmad, salah satu anggota Satgas TMMD 129, mengusap genangan air mata di sudut matanya saat berpamitan dengan keluarga angkatnya di Desa Tlemang.
”Desa Tlemang ini sudah menjadi rumah kedua bagi kami. Kebersamaan, kehangatan, dan keikhlasan warga di sini dalam menyambut dan membantu kami setiap hari adalah kenangan indah yang tidak akan pernah kami lupakan. Berat rasanya melangkahkan kaki meninggalkan desa ini, tetapi tugas negara telah menanti. Kami berdoa semoga warga Desa Tlemang selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemajuan,” tutur Pratu Ahmad dengan suara bergetar menahan haru.
Ibu Sumi (52), salah seorang warga yang rumahnya menjadi tempat menginap anggota Satgas, mengaku sangat kehilangan atas kepulangan para prajurit TNI tersebut. Menurutnya, keberadaan prajurit telah menghidupkan suasana desa dan memberikan kesan mendalam yang sulit tergantikan.
”Setiap hari kami makan bersama, bercanda, dan bergotong royong. Mereka sangat sopan, rajin, dan selalu membantu pekerjaan kami di rumah. Rasanya seperti berpisah dengan anak sendiri yang hendak pergi jauh,” ungkap Ibu Sumi sambil menyapu air matanya.
Saat mesin truk angkutan personel TNI mulai dinyalakan, lambaian tangan dari dalam bak kendaraan dibalas dengan senyuman, tawa haru, dan lambaian tangan warga yang berdiri berjejer di sepanjang jalan desa.Momen perpisahan yang sarat emosi ini menjadi bukti nyata betapa kokohnya ikatan kemanunggalan TNI dan rakyat yang terbangun selama pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan. Pembangunan fisik jalan dan rumah mungkin telah usai, namun jalinan silaturahmi dan rasa persaudaraan antara prajurit TNI dan warga Desa Tlemang akan terpatri abadi sepanjang masa.

Tinggalkan Balasan