
Kapten Kav Nyoman Kunjungi Petani Cabai di TMMD ke-128
Gresik – Momen kehangatan antara TNI dan komunitas lokal kembali tampak dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0817/Gresik yang berlangsung di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Pada kesempatan itu, Kapten Kav Nyoman menyempatkan waktu untuk membantu Bu Watinah, salah satu warga desa tersebut, dalam memanen cabai pada hari Kamis (14/5/2026).
Di bawah sinar matahari yang cerah, perwira TNI ini terlihat akrab dan asyik bercengkerama sembari memetik buah cabai bersama Bu Watinah di lahan pertanian. Kenangan penuh canda tawa ini mencerminkan kekuatan hubungan emosional antara TNI dan masyarakat yang terjalin harmonis melalui program TMMD.
Dengan telaten, Kapten Kav Nyoman membantu Bu Watinah memilih cabai yang telah matang agar tetap terjaga kualitasnya. Selama melakukan panen, ia juga mendengarkan berbagai harapan dan cerita dari Bu Watinah mengenai hasil kebun yang menjadi sumber utama penghidupan bagi keluarganya.
Kehadiran Tim Satgas TMMD di antara para petani memberikan semangat baru bagi warga desa. Kapten Kav Nyoman mengatakan aktivitas ini adalah bagian dari komitmen TNI untuk dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi kehidupan sehari-hari yang mereka jalani. “TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga menjalin kebersamaan dan rasa peduli. Kami ingin senantiasa hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam kegiatan sehari-hari,” ungkap Kapten Kav Nyoman di lokasi.
Sementara itu, Bu Watinah merasa sangat bahagia dan terharu dengan perhatian yang diberikan oleh perwira TNI terhadap lahan kebunnya. Ia menyampaikan, kehadiran Satgas TMMD telah membawa suasana segar serta meningkatkan motivasi kerja para petani di kampungnya. “Kami sangat senang bisa panen bersama tentara. Beliau sangat baik dan bersedia membantu kami di kebun. Semoga program TMMD ini membawa kebaikan bagi perkembangan Desa Slempit,” ujar Bu Watinah dengan senyuman bahagia.
Melalui momen sederhana ini, TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik menegaskan bahwa kemanunggalan sejati dibangun tidak hanya dari proyek fisik saja. Rasa kebersamaan, kepedulian, dan sentuhan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat pedesaan menjadi inti dari program ini.
Tinggalkan Balasan