
TMMD ke-128 Cilegon: Membangun Mushola untuk Pembinaan Moral Generasi Muda
Cilegon – Program infrastruktur yang dijalankan oleh TNI di Kelurahan Mekarsari tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi sosial jangka panjang bagi komunitas. Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat, khususnya di Pulomerak. Kerja sama yang harmonis antara aparat dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan inisiatif ini.
Pada Selasa (19/5/2026), Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon telah memasuki hari ke-27 pelaksanaan program. Anggota satgas dan masyarakat setempat terus bekerja sama untuk menyelesaikan proyek rehabilitasi infrastruktur yang menjadi prioritas di daerah tersebut. Hari ini, perhatian utama terfokus pada peningkatan fasilitas tempat ibadah.
Personel TNI dan warga saling membantu dalam menyelesaikan tambahan tugas dalam program unggulan TNI Angkatan Darat. Aktivitas berjalan cepat, terutama pada tahap pemasangan atap serta keramik di Mushola Mekarsari. Proses kerja ini menunjukkan semangat kegotongroyongan yang tinggi di kalangan masyarakat dan anggota TNI.
Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-128 memberikan penghargaan kepada semua yang terlibat. “Kami berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang memadai demi kenyamanan beribadah bagi masyarakat di kawasan Pulomerak ini,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa proyek ini telah mencapai fase akhir dan hasilnya sangat memuaskan.
Perwakilan warga Kecamatan Pulomerak menyatakan rasa terima kasih atas pembangunan mushola yang kini lebih nyaman dan indah. Seorang warga mengungkapkan, “Kami sangat bersyukur karena bantuan TNI ini sangat kami harapkan untuk kemaslahatan jemaat di daerah kami.”
Keberadaan mushola ini tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat ibadah tetapi juga berfungsi sebagai pusat interaksi sosial yang lebih baik antara warga. Dengan fasilitas ini, hubungan antarwarga menjadi lebih terjalin erat.
Lebih lanjut, mushola ini akan digunakan sebagai tempat belajar bagi anak-anak di bidang pendidikan agama. Ini diharapkan dapat berdampak positif bagi moral dan perkembangan sosial generasi muda di Mekarsari. Selain itu, intensitas kegiatan gotong-royong warga dipastikan meningkat berkat program ini.
Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, diharapkan semangat keagamaan masyarakat senantiasa terjaga. Kenyamanan dalam beribadah tentunya akan meningkatkan aktivitas keagamaan di desa. Mudah-mudahan, fasilitas ini dapat menjadi pendorong bagi masyarakat dalam menjaga konsistensi iman dan ketaatan dalam beribadah.
Tinggalkan Balasan